Proyek ‘Siluman’ Pengerasan Jalan Koto Renah-Renah Pelaan Dipertanyakan Warga?

503
Potret proyek pengerasan jalan yang dipertanyakan warga/Ist

RODABERITA.ID, Merangin – Proyek pengerasan jalan Koto Renah-Renah Pelaan, Kecamatan Jangkat, Merangin, Jambi, sepanjang tak kurang dari 2 KM setengah, dipertanyakan warga?

Berdasarkan keterangan warga setempat, sejauh ini tidak begitu pasti apakah proyek jalan tersebut, siapa rekanan yang mengerjakan, berapa jumlah anggarannya, dan tanpa plang proyek.

Hal ini seperti yang disampaikan Jopri, salah satu tokoh pemuda setempat. Pihaknya, tegas dia, jelas mempertanyakan keberadaan proyek jalan di wilayahnya itu.

Baca Juga: Di Merangin, [Pemuda Cabul] Sebut Korban Cantik dan Sayang, Jari Tangan Masuk ke Kemaluan

Dikatakan Jopri, pihaknya sering mempertanyakan proyek yang terkesan siluman itu kepada pekerja yang mengaku pengawas saat pengerjaan berlangsung. Namun tidak ada jawaban yang didapat.

“Kemarin kami mempertanyakan di sana kepada orang yang mengaku pengawas proyek. Soal CV siapa yang mengerjakan, anggaran pengerasan berapa, plang proyek kenapa tidak dipasang. Tidak dijawab, alasannya tidak tau,” katanya.

Yang sangat dikesalkan, lanjut Jopri, pekerjaan dilapangan diindikasikan asal jadi. Selain karena kondisi badan jalan yang semakin hancur, juga ketebalan timbunan jalan yang disinyalir tidak sesuai spesfikasi.

“Saya lihat pengerasan badan jalan menggunakan material tanah kuning yang minim bebatuan membuat jalan mudah becek. Seharusnya jalan ditimbun, lalu dipadatkan agar tidak becek saat hujan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Renah Pelaan Apri Marzon saat dikonfrontir membenarkan pernyataan Jopri. Ia mengaku tidak mengenal siapa kontraktor pelaksana proyek.

Baca Juga: Tak Nafsu dengan Suami, Wanita di Merangin Ini Selingkuhi 2 Pria Sekaligus, Akhirnya…

Karena sejak pengerjaan sekitar 13 Mei 2020 lalu, tidak pernah laporan masuk ke pihak desa baik lisan maupun tertulis.

“Justru saya yang datang menemui mereka. Pun itu bukan kontraktor, tetapi dari pengakuan orang yang saya temui dia pengawas proyek,” ujarnya kepada Rodaberita.ID, Minggu (31/5).

Tujuan dirinya, kata kades, menemui para pekerja sebelumnya adalah menindaklanjuti rasa keingintahuan warga setempat tentang kejelasan dan kebenaran asal proyek yang tak disertai papan nama tersebut.

“Banyak warga yang mengadu kepada saya. Mau (saya) jawab apa, entah CV siapa yang harus bertanggung jawab atas pengerjaan proyek di ruas jalan Koto Renah ke Renah Pelaan ini,” ujarnya.

REPORTER: Dancer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here