Kejari Merangin Masih Lengkapi Berkas Perkara Seragam Linmas

276
Potret Gedung Kejari Merangin/Ist

RODABERITA.ID, Merangin – Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin mengaku sedang melengkapi berkas perkara kasus seragam linmas di lingkungan Satpol PP setempat pada tahun 2018 silam.

“Jaksa P16 sudah memeriksa berkas perkara dan saat ini prosesnya sedang dilengkapi oleh jaksa penyidik,” ungkap Kajari Merangin, Martha Parulina Berliana, kepada Rodaberita.ID. 

Artinya belum dilakukan penahanan terhadap empat tersangka pasca dilakukan penyidikan pada 27 Juli 2020 lalu.

Baca Juga: Terus Bergulir, Kejari Ungkap Modus Tersangka Baju Linmas

Saat disinggung tenggat waktu penyidikan Martha hanya menjawab diplomatis. “Kami melakukan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan KUHP dan peraturan-peraturan yang mengatur Tipikor,” kata Martha.

Diketahui, empat tersangka dalam kasus tersbut yakni AZ, SH, ACH, dan ISK. AZ merupakan mantan kepala Satpol PP kala itu yang kini sedang menjabat sebagai kepala BPBD Merangin, SH dan ACH pimpinan CV Putra Merangin, serta ISK yang merupakan oknum ASN di kantor ULP Merangin.

Para tersangka melancarkan aksinya dengan melakukan pembelian barang yang tidak sesuai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca Juga: RM Palanta Sutan Tak Bayar Pajak? Pemilik Akan Diperiksa dan Ditindak ke Penegak Hukum

Baca Juga: Proyek ‘Siluman’ Pengerasan Jalan Koto Renah-Renah Pelaan Dipertanyakan Warga?

Baca Juga: Kepala Desa Guguk ‘Main’ PETI? Modus Aksi Kerabat Urus Alat

“Kalau bahasa umumnya mark up. Dimana mereka membeli barang yang harga nya sangat jauh dibawah HPS yang ditetapkan,” demikian Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Merangin, Arliansyah.

Arliansyah mengatakan, setelah sebelumnya sejumlah saksi telah dipanggil, pihaknya masih akan memanggil sejumlah saksi terkait kasus ini.

“Masih ada beberapa saksi yang akan kita panggil secara bertahap,” tegasnya.

Baca Juga: Basis CE Tercabik-cabik, Haris Diteriaki Gubernur di Sarolangun

Kaitannya dengan kasus yang diduga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 400 juta Rupiah itu, Kejari Merangin juga telah melakukan penggeledahan di beberapa kantor instansi, guna mengumpulkan bukti dokumen terkait.

REPORTER: Tim
EDITOR: Dancer